Sekolah tidak membayar langganan. Fastudy mengambil biaya layanan dari tiap pembayaran yang lewat kanal digital, dan besarnya disepakati per sekolah. Kalau tidak ada yang membayar lewat sistem, tidak ada yang ditagih ke sekolah.
Tampilan contoh. Nama dan nominal di atas bukan data sekolah mana pun.
Masalahnya
Uang sekolah adalah pekerjaan bulanan yang tidak pernah selesai
Bukan karena tidak ada yang mengurus, melainkan karena angkanya hidup di tempat yang berbeda-beda. Rekening bank, buku kas, Excel rekap, dan WhatsApp bendahara.
Bendahara
Mencocokkan mutasi bank dengan nama siswa satu per satu, lalu menyusun ulang rekap tunggakan dari awal tiap bulan.
Sekali sebulan, dan selalu di minggu yang sama
Wali murid
Tidak tahu sisa tunggakannya berapa tanpa bertanya, lalu mengirim bukti transfer lewat WhatsApp dan bukti itu tenggelam di antara pesan lain.
Satu pertanyaan yang sama, berulang tiap bulan
Wali kelas
Absensi di kertas, lalu kehadiran sebulan dihitung tangan menjelang pembagian rapor.
Dihitung ulang tiap akhir bulan
Kepala sekolah
Tidak punya angka yang bisa dipercaya sampai laporan manual selesai, dan saat selesai angkanya sudah berubah.
Selalu melihat bulan lalu
Selama itu berjalan, sebagian pembayaran tetap tunai di meja tata usaha, dan tidak satu pun dari kerja tadi berkurang.
Cara kerjanya
Tiga hal berubah di bulan pertama, dan tidak ada data yang perlu diketik ulang
Data siswa yang sudah ada di Excel diangkat lewat unggah berkas. Tidak ada pemasangan di komputer sekolah, dan tidak ada mesin baru yang wajib dibeli untuk mulai.
01
Terbitkan tagihan sebulan sekali, untuk semua siswa sekaligus
Tarif melekat pada tingkat dan tahun ajaran, jadi menerbitkan tagihan Agustus untuk seluruh sekolah adalah satu tindakan. Keringanan, diskon anak kedua, dan cicilan uang pangkal ikut terhitung sendiri.
SebelumDisusun satu per satu di Excel, lalu disalin ke surat tagihan.
Terbitkan tagihan
SPP Agustus 2026Rp 450.000
Uang kegiatanRp 75.000
Keringanan anak kedua-Rp 45.000
45 siswa · kelas 7A sampai 9C
Terbitkan
02
Wali membayar dari HP, dan uangnya tercatat tanpa dicocokkan
Wali membuka tagihan anaknya, memilih virtual account, QRIS, atau e-wallet, lalu membayar. Pembayaran yang masuk langsung mengurangi tunggakan dan menerbitkan kuitansi bernomor. Tidak ada bukti transfer yang perlu dikirim ke siapa pun.
SebelumBukti transfer dikirim lewat WhatsApp, lalu dicocokkan tangan dengan mutasi bank.
Tagihan Naila
Sisa tagihanRp 480.000
Biaya layananRp 5.000
Total dibayarRp 485.000
Kuitansi bernomor terbit begitu pembayaran masuk
Bayar
03
Rekapnya sudah jadi sebelum ada yang memintanya
Tunggakan per kelas, penerimaan per komponen biaya, dan persentase pembayaran digital berdiri sebagai angka yang hidup. Kepala sekolah membacanya sendiri, tanpa meminta siapa pun menyiapkannya lebih dulu.
SebelumDihitung ulang dari awal tiap akhir bulan, dan sudah basi saat selesai.
Penerimaan Agustus
Sudah dibayarRp 18.240.000
Belum dibayarRp 3.150.000
Lewat kanal digital84 persen
Angka bergerak begitu pembayaran masuk
Ekspor Excel
Isinya
Yang ikut, dan yang sengaja tidak ikut
Fastudy menangani tiga hal dan menolak jadi semuanya. Yang tidak dibangun tertulis di bawah dengan alasannya, karena batas yang jelas lebih berguna daripada daftar fitur yang panjang.
Satu yayasan bisa punya beberapa sekolah, dan angkanya tidak tercampur
SD, SMP, dan SMA di bawah satu yayasan berdiri sebagai unit terpisah dengan tarif, rombel, dan bendaharanya sendiri. Pengurus yayasan membaca ketiganya sekaligus; kepala sekolah hanya melihat unitnya. Data tiap yayasan duduk di databasenya sendiri, bukan di satu tabel bersama yang dibedakan satu kolom.
Tiap yayasan satu database
Peran berlingkup sampai tingkat rombel
Akses ke data sekolah tercatat di jejak audit
Absensi terisi sebelum jam pertama selesai
Guru mengisi dari HP, atau siswa menempelkan kartu RFID di mesin pembaca gerbang. Rekap bulanan tidak perlu dihitung lagi.
Nilai dan tugas tercatat, bukan dihitung
Nilai diinput atau diimpor apa adanya. Fastudy sengaja tidak menghitung rapor, karena rumusnya milik sekolah dan berbeda di tiap kurikulum.
Wali murid berhenti bertanya karena sudah bisa melihat
Tagihan, kehadiran, tugas, dan nilai anaknya berdiri di satu halaman yang bisa dibuka kapan saja dari HP.
Tata usaha tidak bisa menyentuh uang
Bendahara mengurus tagihan tetapi tidak mengubah data induk siswa; tata usaha sebaliknya. Batas itu dijaga sistem, bukan kesepakatan lisan.
Data lama diangkat lewat unggah berkas
Berkas diperiksa lebih dulu dan menampilkan barisnya yang bermasalah sebelum apa pun masuk. Unggahan yang salah tidak menghasilkan setengah data.
Pengingat tagihan berjalan sendiri
Wali menerima pemberitahuan menjelang jatuh tempo. Untuk urusan uang, email dipakai sebagai jaring pengaman bila pemberitahuan tidak sampai.
Yang sengaja tidak dibangun
Penyajian materi, kuis online, bank soalItu LMS, dan ini bukan LMS
Perhitungan nilai raporRumusnya milik sekolah, bukan milik kami
Pencatatan pengeluaran sekolahItu modul keuangan, dan ukurannya berlipat
PPDB dan absensi pegawaiBelum, dan kami tidak menjanjikan tanggalnya
Bukti
Yang bisa Anda periksa hari ini
Fastudy belum dipakai sekolah mana pun, dan kami tidak akan mengarang angka yang seolah-olah sudah. Yang bisa kami tunjukkan adalah cara sistemnya dibangun, dan setiap baris di bawah bisa Anda uji sendiri di demo.
Uang tidak pernah dicatat dua kali
Pemberitahuan pembayaran yang datang berulang dari penyedia hanya menghasilkan satu catatan. Nomor kuitansi diambil di dalam transaksi yang sama, jadi ia tidak pernah bolong dan tidak pernah kembar.
Setiap perubahan nominal meninggalkan jejak
Siapa mengubah, kapan, dari berapa menjadi berapa. Termasuk saat admin platform membuka data sekolah Anda.
Data antar yayasan tidak bisa saling terlihat
Tiap yayasan punya databasenya sendiri. Pemisahan itu diuji dengan menulis ke dua yayasan sekaligus lalu membuktikan tidak ada yang bocor, dan uji itu wajib lulus sebelum apa pun dirilis.
Pembayaran lewat penyelenggara berizin
Kanal pembayaran memakai WinPay dengan standar SNAP Bank Indonesia. Uang wali masuk ke rekening yang disepakati, bukan ke rekening pribadi siapa pun.
Biaya
Sekolah tidak membayar langganan. Ini yang dibayar, dan oleh siapa
Model tagihannya bisa Anda nilai sekarang, tanpa demo dan tanpa penawaran tertulis.
Sekolah dan yayasan
Rp 0per bulan
Tidak ada biaya langganan, tidak ada biaya per siswa, dan tidak ada biaya pemasangan.
Semua modul ikut, tanpa paket bertingkat
Jumlah siswa dan jumlah unit tidak membatasi
Pengangkatan data awal termasuk
Wali murid
Biaya layananper pembayaran
Dibebankan hanya ketika wali memilih membayar lewat kanal digital, dan tampil terbuka sebelum tombol bayar ditekan.
Besarnya disepakati bersama sekolah lebih dulu
Tidak ada biaya bila wali membayar tunai di sekolah
Tertulis di kuitansi, bukan disembunyikan di dalam total
Karena pendapatan kami datang dari pembayaran yang benar-benar lewat sistem, kepentingan kami dan kepentingan sekolah searah: sistem yang tidak dipakai tidak menghasilkan apa-apa buat kami.
Sekolah kami sudah punya sistem akademik. Apakah harus diganti?
Tidak. Modul pembayaran berdiri sendiri dan tidak menuntut data akademik lengkap, jadi Fastudy bisa dipakai hanya untuk SPP sementara sistem lama tetap jalan.
Data siswa kami masih di Excel. Berapa lama pindahnya?
Excel justru bentuk yang kami harapkan. Berkasnya diunggah, diperiksa lebih dulu, dan baris yang bermasalah ditampilkan sebelum ada yang masuk. Yang lama bukan pemindahannya, melainkan merapikan data yang belum konsisten.
Kalau wali tidak punya HP atau tidak mau membayar online?
Pembayaran tunai di sekolah tetap dicatat di sistem yang sama dan tidak dikenai biaya layanan. Yang berubah hanya pencatatannya, bukan caranya membayar.
Siapa yang memegang data siswa kami?
Yayasan. Setiap kali admin platform membuka data sekolah Anda, akses itu tercatat di jejak audit yang bisa Anda minta kapan saja.
Bagaimana kalau kami berhenti memakainya?
Seluruh data bisa diekspor ke Excel kapan saja selama masa pakai, tanpa meminta izin dan tanpa biaya.
Apakah absensi harus pakai mesin RFID?
Tidak wajib. Guru bisa mengisi dari HP sejak hari pertama. Mesin pembaca kartu adalah pilihan untuk sekolah yang ingin absensi gerbang, bukan syarat.
Sekolah pertama yang memakai Fastudy akan kami dampingi langsung
Termasuk mengangkat data siswa, menyusun tarif, dan menerbitkan tagihan pertama bersama bendahara Anda. Kami tidak sedang mengejar jumlah sekolah, kami sedang mengejar satu sekolah yang benar-benar berjalan.