Lompat ke isi utama
FastudyMasuk

Sistem sekolah untuk yayasan pendidikan swasta

SPP, absensi, dan nilai dalam satu sistem

Sekolah tidak membayar langganan. Fastudy mengambil biaya layanan dari tiap pembayaran yang lewat kanal digital, dan besarnya disepakati per sekolah. Kalau tidak ada yang membayar lewat sistem, tidak ada yang ditagih ke sekolah.

1 database
per yayasan, bukan satu tabel bersama
9 peran
berlingkup, dari wali murid sampai admin yayasan
3 kanal
virtual account, QRIS, dan e-wallet
Rp 0
biaya langganan untuk sekolah

Tampilan contoh. Nama dan nominal di atas bukan data sekolah mana pun.

Masalahnya

Uang sekolah adalah pekerjaan bulanan yang tidak pernah selesai

Bukan karena tidak ada yang mengurus, melainkan karena angkanya hidup di tempat yang berbeda-beda. Rekening bank, buku kas, Excel rekap, dan WhatsApp bendahara.

  • Bendahara

    Mencocokkan mutasi bank dengan nama siswa satu per satu, lalu menyusun ulang rekap tunggakan dari awal tiap bulan.

    Sekali sebulan, dan selalu di minggu yang sama

  • Wali murid

    Tidak tahu sisa tunggakannya berapa tanpa bertanya, lalu mengirim bukti transfer lewat WhatsApp dan bukti itu tenggelam di antara pesan lain.

    Satu pertanyaan yang sama, berulang tiap bulan

  • Wali kelas

    Absensi di kertas, lalu kehadiran sebulan dihitung tangan menjelang pembagian rapor.

    Dihitung ulang tiap akhir bulan

  • Kepala sekolah

    Tidak punya angka yang bisa dipercaya sampai laporan manual selesai, dan saat selesai angkanya sudah berubah.

    Selalu melihat bulan lalu

Selama itu berjalan, sebagian pembayaran tetap tunai di meja tata usaha, dan tidak satu pun dari kerja tadi berkurang.

Cara kerjanya

Tiga hal berubah di bulan pertama, dan tidak ada data yang perlu diketik ulang

Data siswa yang sudah ada di Excel diangkat lewat unggah berkas. Tidak ada pemasangan di komputer sekolah, dan tidak ada mesin baru yang wajib dibeli untuk mulai.

  1. Terbitkan tagihan sebulan sekali, untuk semua siswa sekaligus

    Tarif melekat pada tingkat dan tahun ajaran, jadi menerbitkan tagihan Agustus untuk seluruh sekolah adalah satu tindakan. Keringanan, diskon anak kedua, dan cicilan uang pangkal ikut terhitung sendiri.

    SebelumDisusun satu per satu di Excel, lalu disalin ke surat tagihan.

  2. Wali membayar dari HP, dan uangnya tercatat tanpa dicocokkan

    Wali membuka tagihan anaknya, memilih virtual account, QRIS, atau e-wallet, lalu membayar. Pembayaran yang masuk langsung mengurangi tunggakan dan menerbitkan kuitansi bernomor. Tidak ada bukti transfer yang perlu dikirim ke siapa pun.

    SebelumBukti transfer dikirim lewat WhatsApp, lalu dicocokkan tangan dengan mutasi bank.

  3. Rekapnya sudah jadi sebelum ada yang memintanya

    Tunggakan per kelas, penerimaan per komponen biaya, dan persentase pembayaran digital berdiri sebagai angka yang hidup. Kepala sekolah membacanya sendiri, tanpa meminta siapa pun menyiapkannya lebih dulu.

    SebelumDihitung ulang dari awal tiap akhir bulan, dan sudah basi saat selesai.

Isinya

Yang ikut, dan yang sengaja tidak ikut

Fastudy menangani tiga hal dan menolak jadi semuanya. Yang tidak dibangun tertulis di bawah dengan alasannya, karena batas yang jelas lebih berguna daripada daftar fitur yang panjang.

Satu yayasan bisa punya beberapa sekolah, dan angkanya tidak tercampur

SD, SMP, dan SMA di bawah satu yayasan berdiri sebagai unit terpisah dengan tarif, rombel, dan bendaharanya sendiri. Pengurus yayasan membaca ketiganya sekaligus; kepala sekolah hanya melihat unitnya. Data tiap yayasan duduk di databasenya sendiri, bukan di satu tabel bersama yang dibedakan satu kolom.

  • Tiap yayasan satu database
  • Peran berlingkup sampai tingkat rombel
  • Akses ke data sekolah tercatat di jejak audit

Absensi terisi sebelum jam pertama selesai

Guru mengisi dari HP, atau siswa menempelkan kartu RFID di mesin pembaca gerbang. Rekap bulanan tidak perlu dihitung lagi.

Nilai dan tugas tercatat, bukan dihitung

Nilai diinput atau diimpor apa adanya. Fastudy sengaja tidak menghitung rapor, karena rumusnya milik sekolah dan berbeda di tiap kurikulum.

Wali murid berhenti bertanya karena sudah bisa melihat

Tagihan, kehadiran, tugas, dan nilai anaknya berdiri di satu halaman yang bisa dibuka kapan saja dari HP.

Tata usaha tidak bisa menyentuh uang

Bendahara mengurus tagihan tetapi tidak mengubah data induk siswa; tata usaha sebaliknya. Batas itu dijaga sistem, bukan kesepakatan lisan.

Data lama diangkat lewat unggah berkas

Berkas diperiksa lebih dulu dan menampilkan barisnya yang bermasalah sebelum apa pun masuk. Unggahan yang salah tidak menghasilkan setengah data.

Pengingat tagihan berjalan sendiri

Wali menerima pemberitahuan menjelang jatuh tempo. Untuk urusan uang, email dipakai sebagai jaring pengaman bila pemberitahuan tidak sampai.

Yang sengaja tidak dibangun

  • Penyajian materi, kuis online, bank soalItu LMS, dan ini bukan LMS
  • Perhitungan nilai raporRumusnya milik sekolah, bukan milik kami
  • Pencatatan pengeluaran sekolahItu modul keuangan, dan ukurannya berlipat
  • PPDB dan absensi pegawaiBelum, dan kami tidak menjanjikan tanggalnya

Bukti

Yang bisa Anda periksa hari ini

Fastudy belum dipakai sekolah mana pun, dan kami tidak akan mengarang angka yang seolah-olah sudah. Yang bisa kami tunjukkan adalah cara sistemnya dibangun, dan setiap baris di bawah bisa Anda uji sendiri di demo.

Uang tidak pernah dicatat dua kali

Pemberitahuan pembayaran yang datang berulang dari penyedia hanya menghasilkan satu catatan. Nomor kuitansi diambil di dalam transaksi yang sama, jadi ia tidak pernah bolong dan tidak pernah kembar.

Setiap perubahan nominal meninggalkan jejak

Siapa mengubah, kapan, dari berapa menjadi berapa. Termasuk saat admin platform membuka data sekolah Anda.

Data antar yayasan tidak bisa saling terlihat

Tiap yayasan punya databasenya sendiri. Pemisahan itu diuji dengan menulis ke dua yayasan sekaligus lalu membuktikan tidak ada yang bocor, dan uji itu wajib lulus sebelum apa pun dirilis.

Pembayaran lewat penyelenggara berizin

Kanal pembayaran memakai WinPay dengan standar SNAP Bank Indonesia. Uang wali masuk ke rekening yang disepakati, bukan ke rekening pribadi siapa pun.

Biaya

Sekolah tidak membayar langganan. Ini yang dibayar, dan oleh siapa

Model tagihannya bisa Anda nilai sekarang, tanpa demo dan tanpa penawaran tertulis.

Sekolah dan yayasan

Rp 0per bulan

Tidak ada biaya langganan, tidak ada biaya per siswa, dan tidak ada biaya pemasangan.

  • Semua modul ikut, tanpa paket bertingkat
  • Jumlah siswa dan jumlah unit tidak membatasi
  • Pengangkatan data awal termasuk

Wali murid

Biaya layananper pembayaran

Dibebankan hanya ketika wali memilih membayar lewat kanal digital, dan tampil terbuka sebelum tombol bayar ditekan.

  • Besarnya disepakati bersama sekolah lebih dulu
  • Tidak ada biaya bila wali membayar tunai di sekolah
  • Tertulis di kuitansi, bukan disembunyikan di dalam total

Karena pendapatan kami datang dari pembayaran yang benar-benar lewat sistem, kepentingan kami dan kepentingan sekolah searah: sistem yang tidak dipakai tidak menghasilkan apa-apa buat kami.

Pertanyaan

Yang biasanya ditanyakan sebelum rapat pertama

Sekolah kami sudah punya sistem akademik. Apakah harus diganti?

Tidak. Modul pembayaran berdiri sendiri dan tidak menuntut data akademik lengkap, jadi Fastudy bisa dipakai hanya untuk SPP sementara sistem lama tetap jalan.

Data siswa kami masih di Excel. Berapa lama pindahnya?

Excel justru bentuk yang kami harapkan. Berkasnya diunggah, diperiksa lebih dulu, dan baris yang bermasalah ditampilkan sebelum ada yang masuk. Yang lama bukan pemindahannya, melainkan merapikan data yang belum konsisten.

Kalau wali tidak punya HP atau tidak mau membayar online?

Pembayaran tunai di sekolah tetap dicatat di sistem yang sama dan tidak dikenai biaya layanan. Yang berubah hanya pencatatannya, bukan caranya membayar.

Siapa yang memegang data siswa kami?

Yayasan. Setiap kali admin platform membuka data sekolah Anda, akses itu tercatat di jejak audit yang bisa Anda minta kapan saja.

Bagaimana kalau kami berhenti memakainya?

Seluruh data bisa diekspor ke Excel kapan saja selama masa pakai, tanpa meminta izin dan tanpa biaya.

Apakah absensi harus pakai mesin RFID?

Tidak wajib. Guru bisa mengisi dari HP sejak hari pertama. Mesin pembaca kartu adalah pilihan untuk sekolah yang ingin absensi gerbang, bukan syarat.

Sekolah pertama yang memakai Fastudy akan kami dampingi langsung

Termasuk mengangkat data siswa, menyusun tarif, dan menerbitkan tagihan pertama bersama bendahara Anda. Kami tidak sedang mengejar jumlah sekolah, kami sedang mengejar satu sekolah yang benar-benar berjalan.

Minta demo untuk sekolah Anda